Pelajaran dari Bocornya Data Facebook Mulai Proteksi Diri Anda

skurniawan.com, 29/3/2018 – Pelajaran dari Bocornya Data Facebook Mulai Proteksi Diri Anda sekarang juga sebelum semuanya terlambat. Data-data yang rawan seperti alamat, no telepon, tanggal lahir, pekerjaan dan hubungan status harus segera Anda lindungi dari orang jahat yang mengintai didunia maya.

Pada hari-hari terakhir ini ada satu berita yang mengkhawatirkan para pengguna social media didunia maya dengan bocornya data pengguna Facebook lebih dari 50 juta pengguna unik. Raksasa Social Media ini lewat siaran pers telah mengakui adanya kebocoran data penggunanya.

Sekarang apakah kita berpangku tangan sambil menunggu aksi perbaikan sistem Facebook atau kita mulai melakukan perlindungan diri kita sendiri. Hal ini disebabkan saling terintegrasinya satu sistem dengan sistem lainnya yang menggunakan satu kunci data seperti no telepon dan tanggal lahir kita. Misalkan data perbankan kita.

Berikut kami tuliskan paling tidak 5 informasi yang seharusnya diproteksi dari tangan jahil penjahat didunia maya.

Tanggal Lahir

Mulailah Anda memikirkan kembali apakah perlu ‘jujur’ membuka diri Anda diranah publik seperti Facebook.

Tanggal lahir ini bisa menjadi kunci masuk para penjahat digital kedalam informasi yang sangat pribadi seperti akun rekening bank Anda. Skimming bisa jadi masuknya dari sini lho.

Disarankan untuk tidak menuliskannya dengan lengkap cukup sampai tahun saja atau menuliskan tanggal lahir yang tidak sebenarnya.

No Telepon

Saat ini siapa sih yang tidak memiliki no telepon kecuali mereka yang tinggal dipedalaman, hilang akalnya alias gila atau yang benar-benar tidak bisa mengakses piranti komunikasi.

Dan sudah bukan hal yang luar biasa no telepon tersebar dengan mudahnya. Sehingga kadang-kadang kita tidak tahu siapa yang kirim SMS penipuan padahal kita tidak pernah obral no telepon kita. Tapi tanpa disadari diluar sana data no telepon sudah diperjualbelikan dengan harga yang murah.

Ada banyak kemungkinan data tersebut bocor seperti ketika kita tulis no telepon kita di kupon-kupon undian, dari data isian bank, atau dari Facebook.

Lembaga resminya pasti tidak mengakui adanya kebocoran tapi namanya orang jahat itu bisa dimana saja dan ini oknum. Dan seharusnya kita tidak menyalahkan lembaga resminya tapi oknumnya. Termasuk di Facebook dimana oknum yang bekerjasama dengan Facebook mencederai perjanjian disclosure informasi.

Segera hapus data no telepon Anda jika ingin lebih aman namun hal tersebut kembali kepada tingkat keterbukaan Anda dijagad maya. Atau bisa juga Anda buat no telepon yang stand alone yang tidak terhubung kemana-mana termasuk dengan bank jadi jika ada masalah dengan no telepon ini maka tidak berimbas kemana-mana.

Hubungan Status

Keterbukaan informasi hubungan status Anda dengan keluarga seperti istri, anak dan lain sebagainya bisa dimanfaatkan oleh penjahat digital. Seperti misalnya data nama ibu Anda.

Seperti yang kita ketahui bahwa nama ibu kita adalah kata kunci pembuka akun rekening bank yang kita miliki. Betapa bahayanya jika hacker berhasil menjebol sistem bank dan menguras uang Anda hanya karena terbukanya diri kita didunia publik.

Hal termasuk didalamnya ketika Anda menuliskan nama kontak di ponsel. Jangan tulis secara jelas nama kontak keluarga kita seperti no istri ditulis Istriku, Mamanya anak-anak atau Sayangku. Karena jika ponsel Anda hilang dan kebetulan tidak terproteksi maka orang jahat bisa memeras Anda dengan berbagai modus penipuan yang marak terjadi.

Untuk Facebook sebaiknya kita ‘putus’ hubungan digital kita dengan keluarga, karena akan lebih aman buat Anda dan keluarga. Dan kalau dicari manfaatnya, malah lebih banyak mudhorotnya.

Informasi Pekerjaan Anda

Betapa banyak orang yang tidak puas dengan tempat kerjanya mengeluhkannya di Facebook dan tidak menunggu lama ia pun dipecat. Atau bahkan dilaporkan ke polisi karena telah mencemarkan nama perusahaan. Jadi sebaiknya Anda lebih bijak dalam memposting sesuatu keranah publik, jika sangat sensitif dan bersinggungan dengan orang lain lebih baik Anda urungkan hasrat memposting. Toh, kita hanya terpuaskan sesaat tetapi akibat dibelakang hari bisa merepotkan hidup Anda bahkan keluarga Anda. Beberapa waktu yang lalu ada seseorang di social media memposting ketidakpuasannya pada atasannya dengan melampiaskan semua keluh kesahnya termasuk menjelek-jelakan perusahan tempat ia bekerja. Karena ia punya banyak teman dan teman-temannya juga punya banyak teman maka tulisan tersebut menjadi viral dan sampai ke pihak perusahaan maka tidak perlu lama ia pun dipecat tanpa hormat ditambah ia harus pula berurusan dengan hukum karena adanya delik aduan pencemaran nama baik. Nah, jadi runyam khan? Maka saya sarankan untuk lebih berhati-hati hidup didunia maya lebih bijaklah dalam menulis dan memposting sesuatu.

Alamat Rumah

Nah yang ini nih yang paling bahaya jika sampai Anda publish diarea publik karena tidak sedikit terjadinya pencurian, perampokan atau penculikan serta penyalahgunaan data berawal dengan ‘bocornya’ informasi yang sangat penting ini.

Mulai hapus dan kosongkan informasi alamat rumah Anda dari dunia maya termasuk di Facebook.

Kebocoran data di Facebook ini sudah kemana-mana bahkan ada rencana pihak kementrian informasi akan memanggil pihak Facebook untuk mengklarifikasi kebocoran data khususnya user-user dari Indonesia. Wah, semakin serius saja nih dampaknya!

Oke saya kira cukup 5 informasi ini yang bisa saya sarankan tetapi akan berbeda cara pandang setiap orang jika ada informasi lainnya yang layak ditutup, jika itu penting menurut Anda maka saya sarankan tutup saja dan jangan ter-published. Semoga kita bisa mengambil Pelajaran dari Bocornya Data Facebook Mulai Proteksi Diri Anda .

https://www.amulets-for-money.com/ — akan membantu menarik kekayaan ke dalam rumah.